Sabtu pagi, 2 Mei 2026, langit di halaman SMA Tahfidz Darul Ulum 3 tampak bersih dan teduh, seakan ikut menyimak langkah-langkah rapi para siswa yang berbaris penuh khidmat. Di tengah semilir angin yang membawa harapan, upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 digelar dengan suasana yang tidak hanya sakral, tetapi juga menyentuh batin.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”—sebuah seruan yang menggema, melampaui batas ruang kelas, menyentuh setiap hati yang percaya bahwa pendidikan adalah cahaya peradaban.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Sekolah Muhammad Syahir, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan amanat dengan penuh keteguhan. Dalam suaranya yang tenang namun berwibawa, terselip pesan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan perjalanan membentuk karakter, menumbuhkan nilai, dan menyalakan mimpi.
“Partisipasi semesta bukan hanya slogan,” tutur beliau, “melainkan panggilan bagi kita semua—guru, siswa, orang tua, dan masyarakat—untuk bergandeng tangan menciptakan pendidikan yang adil, inklusif, dan bermakna.”
Upacara berlangsung dengan tertib, dari pengibaran bendera hingga pembacaan doa yang mengalir lirih, seakan menjadi pengikat harapan seluruh civitas sekolah. Setiap detik terasa penuh makna, seperti lembar-lembar masa depan yang sedang dituliskan bersama.
Di akhir kegiatan, suasana tidak serta-merta usai. Ia tertinggal dalam dada—sebuah getaran halus yang mengingatkan bahwa pendidikan adalah perjalanan panjang, dan hari ini hanyalah satu langkah kecil menuju cita-cita besar.
Hardiknas 2026 di SMA Tahfidz Darul Ulum 3 bukan sekadar upacara, melainkan sebuah pernyataan: bahwa di bawah langit yang sama, harapan akan pendidikan bermutu akan terus dijaga, dirawat, dan diperjuangkan—oleh semua, untuk semua.